Mau “Nanggap” Reog Ponorogo?

Reog sebagai salah satu kesenian asli dari Indonesia khususnya dari Ponorogo Jawa Timur, sudah selayaknya untuk dilestarikan sebagai warisan budaya yang adi luhung. Salah satu bentuk pelestarian budaya itu sendiri adalah dengan menampilkan kesenian ini pada khalayak umum untuk dapat di ketahui dan dan di jaga kelestarianya oleh anak cucu kita.

Buat rekan-rekan yang berminat untuk nanggap kesenian asli Ponorogo ini di wilayah Jakarta Selatan, Tangerang Selatan atau Jakarta Timur, dapat saya bantu dengan menghubungi saya di nomor telepon 0856 873 1415 atau email ke ekobanana@gmail.com.

Kelangsungan

Beberapa padepokan reog yang saya dapat bantu booking antara lain :

  1. Suro Sentono, Bintaro, Jakarta Selatan
  2. Guwoyo Sari, Bintaro, Jakarta Selatan
  3. Gembong Gati, Kampung Utan CIputat
  4. Singo Wijoyo, Makasar, Jakarta Timur

Padepokan-padepokan diatas sudah mempunyai cukup pengalaman dalam hal pertunjukan dari acara hajatan, seremonial perusahaan atau instansi pemerintah hingga acara kenegaraan.

Biaya untuk nanggap reog mungkin lebih mahal dari nanggap organ tunggal, karena pemainnya pun cukup banyak hingga kurang lebih 30 orang untuk satu kali pementasan, Ini bukan bentuk komersialisasi budaya, tetapi apreasiasi kita kepada para pelestari dan pekerja seni yang nguri-nguri kebudayaan asli Indonesia ini. Dapat di bayangkan jika mereka para pelestari seni ini mendapatkan penghargaan yang kurang memadai, bukan tidak mungkin kesenian ini akan lambat dalam perkembanganya dan mungkin akan musnah tinggal cerita atau di akui oleh negara lain. Jadi kami mohon pengertianya jika biaya nanggap reog ini mungkin terdengar sedikit mahal bagi sebagian orang. Karena selain untuk honor pemain, biaya tersebut untuk akomodasi, mobilisasi serta perawatan peralatan reog.

Berikut beberapa dokumentasinya :

Gambar

Dokumentasi saat parade pernikahan saya. Sebagai info berat reog kira-kira 60kg + berat badan saya 86kg + hembusan angin, dapat dibayangkan berapa beban yang harus di angkat dan di bawa parade kira-kira 100 meter hanya dengan mengandalkan kekuatan gigi dan leher. Salute…. jangan sampai kesenian seperti ini di caplok oleh negara lain (Reog Guwoyo Sari, pemain gabungan dari beberapa padepokan)

Gambar

Festival Reog Taman Mini 2011, Singo WIjoyo Juara 1

Gambar

Parade Reog TMII 2008 (Singo Wijoyo dan rekan-rekan)

Gambar

Shooting Sinetron Ronaldowati (Singo Wijoyo)

Gambar

Menyambut Presiden SBY di JIExpo Kemayoran (Singo Wijoyo)

Gambar

Bersama anggota DPR RI – Acara Partai Politik (Singo Wijoyo)

Gambar

Shooting Sinetron Jejak Wali Songo (Singo Wijoyo)

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelestarian reog Ponorogo ini, semoga dengan apresiasi para penanggap dapat menumbuhkan semangat kami para pekerja seni untuk terus berkarya dalam pelestarian kesenian Reog Ponorogo ini.

Jangan hanya berteriak dan mengecam saat  reog di akui oleh negara lain, tetapi diam dan tak acuh saat kami berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: