PETURING IDEAL TIDAK NYUSAHIN BROTHERS LAIN

Sumber : Motorplus Online

390turing-isfanTuring adalah ritual ‘semi’ wajib buat bikers sejati. Alasannya macam-macam. Selain kebutuhan ‘rohani’ tiap riders, turing juga menghapus kerinduan pada brothers di lain kota.

Untuk beberapa sobat, absen tidak melakukan turing, sama dengan penyiksaan yang tak terhingga. Itu untuk beberapa orang lho!

Memang asyik punya saudara di mana-mana. Sebelum melakukan turing, kita sudah kabari pada mereka yang nantinya akan disinggahi. Namanya orang timur, tuan rumah biasanya melakukan persiapan juga.

Oh ya lupa, peturingnya juga harus bersiap juga tho! Selain kunci standar dan duit, badan juga harus sehat.

Nggak kalah penting, sediakan obat tetes mata, siapa tahu kelilipan di jalan. Obat tetes mata ini berfungsi untuk membantu meredakan mata merah dan perih akibat terterpa angin dan debu sewaktu di jalan.

Sementara bro yang akan disinggahi, persiapan menyambut kedatangan juga ada. Mereka ingin menjamu makan seadanya, nginep di rumahnya atau city tour. Mau nggak mau, rutinitas akan terganggu. Apalagi untuk yang diinapi, keluarga tuan rumah terpaksa jadi repot akan kehadiran sampeyan.
391turing-(-goy-gautama-)—en.jpg
Nah, agar sama-sama enak, ada baiknya kita berempati agar kehadiran kita justru membahagiakan dan nggak merepotkan.

“Kalau kami keluar Bandung, teman yang disinggahi akan tulus menjamu dan menerima kami. Makanya saat terjadi kebalikannya, kami berkewajiban membalas. Jika tidak, sepertinya nggak seimbang,” jelas Goy Gautama, senior Bikers Brotherhood Bandung.

Rumah Kang Goy di bilangan Jl. Ir. Juanda, Bandung itu kerap jadi ‘markas’ para tamu yang datang ke Bandung. Hal sama juga dialami Wawan Bunhau yang juga anggota BB. “Nggak enak kalau cuekin mereka. Memang repot sih, tapi apa boleh buat. Saya sepertinya menjaga nama baik sebagai tuan rumah,” katanya.

Di kalangan skuteris, beberapa teman jadi tempat persinggahan para peturing. Misal H. Maman di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat. Jalur ‘panas’ peturing dari Jawa Tengah ke Barat atau sebaliknya, selalu singgah ke brother satu ini.

Ia malah rela sebagian areal rumahnya untuk mereka yang singgah. “Ya, saya senang disinggahi. Untuk menjamu mereka, saya usahakan seadanya,” kata pak Haji ramah ini.
Masalahnya ada pada para tamu itu sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin agar yang disinggahi merasa nyaman dan tidak merasa repot.

Persoalannya adalah, apakah peturing ini punya empati besar untuk tidak merepotkan tuan rumah? Ini dia masalahnya. Beny Sobur anggota senior Outsiders berkomentar. “Dalam momen tertentu mereka senang disinggahi. Jadi kewajiban kita mengatur bagaimana caranya agar tidak direpotkan. Jika berencana menginap, usahakan jangan lebih dari sehari,” jelasnya.

Menyiasatinya, berpindah ke tempat rekan lain dengan alasan supaya adil. “Apalagi jika mereka punya kerjaan rutin. Jangan meminta diantar kesana kemari. Bilang saja Anda sudah tahu jalan,” tips Bunhau.

Agak sensitif tapi penting yakni soal uang alias fulus. Idealnya, perturing jangan sampai diberi sangu berupa uang oleh tuan rumah. Walau tuan rumah memaksa, lebih baik ditolak, Bro!

Sebab ada pengakuan dari seorang bikers, kata dia, waktu turing cuma bawa badan. “Pulangnya lumayan. Bisa dapat uang sampai jutaan,” akunya ketika di temui Em-Plus saat gelaran di Cikarang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Nah lo!

Penulis/Foto : Isf@n/Isf@n, Endro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: