Sebenarnya tidak ada berbeda antara naik sepeda motor jenis scooter Vespa dengan naik sepeda motor jenis yang lain. Yang sedikit berbeda hanya pemakaian Perseneling berada di handle stang sebelah kiri, dan selebihnya sama saja. Tapi menurut saya merasa ada nilai philosophi yang berbeda antara naik Vespa dibandingkan dengan naik sepeda motor jenis lain. Saya pernah punya dan naik sepeda motor jenis lain, tetapi yang saya rasakan sangat berbeda dibandingkan dengan naik Vespa.
Naik Vespa lebih kepada kepuasan batin, selain ingin sampai tujuan. Setiap jengkal putaran rodanya saya nikmati. Setiap raungan suara knalpotnya saya resapi. Bagi saya sebuah kepuasan batin tersendiri, yang tidak saya rasakan saat naik motor jenis lain.
Ungkapan diatas adalah menurut saya, coba dengar pendapat orang di sekitar saya :
“Vespa, motor kaleng tuh, kalo di kupas catnya ada bacaan “Khong Guan”
“Ninja Kembung, 150 cc, 2 Tak, tapi bodinya kembung”
“Mio Lebar, scooter, tapi bodinya lebar”
“Motor bapak-bapak, gak gaul”
“Nyusahin, suka mogok”
Dan puluhan pendapat lainnya…..
Jika di jelaskan dengan akal sehat sebenarnya susah untuk ungkapkan, kenapa berbeda? Seperti ada nilai magis tersendiri dari motor berplat baja ini. Bodi nya yang cenderung cembung, dan berbentuk seperti kumbang terlihat seksi di jalanan. Vespa adalah sebuah mahakarya otomotif yang sangat hebat. Bayangkan ditahun 1950 an tercetus ide membuat sepeda motor dengan mono shock di depan dan belakang, tetapi kuat. Bodi berbahan baja, tetapi ringan saat di bawa jalan. Mesin di samping sebelah kanan, tapi stabil. Aneh nggak? Saya sangat setuju jika Vespa adalah sebuah mahakarya hebat dan salah satu souvenir dari abad 21.
Buat saya, Lebih Baik Naik…….. VESPA





25 Oktober 2007 pukul 11:46 am |
enakkan naik Motor honda….bisa pelukan…:))))
25 Oktober 2007 pukul 12:03 pm |
Hehehe… sapa bilang naek Vespa gak bisa pelukan
30 Oktober 2007 pukul 6:49 am |
wah…sapa bilang g bisa pelukan???
malah semenjak naek vespa, pelukan ceweku makin rapat aja tuh. jadi bisa tambah mesra kalo lagi dijalanan.
30 Oktober 2007 pukul 8:08 am |
Ayo, siapa lagi yang stuju Lebih Baik Naeik Vespa?
31 Oktober 2007 pukul 9:21 am |
vespa….hanya satu kata untuk menggambarkan indahnya persahabatan..gak percaya….???? coba aja ndiri… hehehe
12 November 2007 pukul 12:59 am |
saya setuju, memang saya juga merasakan seperti itu rasanya naik vespa =)
15 Januari 2008 pukul 5:37 pm |
SETUJU!
25 Maret 2008 pukul 9:50 am |
Saat Mengendarai Vespa terasa lain, dan satu hal yang saya rasakan para pengguna vespa cenderung memiliki solidaritas yang tinggi meskipun tidak saling mengenal namun saat berpapasan setidaknya saling senyum atau melambaikan tangan dan bila ada vespa yang mogok, pengendara lain suka membantunya meski mereka tidak saling kenal,Vespa punya daya tarik tersendiri bagi penggunanya
1 Juni 2008 pukul 11:21 am |
emang vespa gak ada matinya…
dari jaman bokap-nyokap sampai ntar jaman anak cucu kita
vespa masih tetep di hati tul gak !
“sembrauna vespa”
5 Juni 2008 pukul 2:22 pm |
gw setuju smua, asal vespa setuju,
duatuju,
tigatuju,
dst….tuju,,,
hehe