“Ninja Kembung”
“Mio Lebar”
“Ninja Bunting”
“Mio Kaleng”
Entah apalagi sebutan untuk Vespaku yang selalu setia menemaniku sejak SMA kelas 2, sampai sekarang semester akhir aku kuliah.
Berawal di tahun 2001 sebuah bangkai Vespa Sprint 1970 warna biru tua yang menghuni kawasan Jalan Ahmad Yani Bogor No. 50 (sekarang No. 60). Kondisinya yang sudah lama tidak terpakai, dengan spakbor dan roda depan tidak ada tidak dapat menyembunyikan geliat mesin 2 langkah yang masih original. Dengan mahar 900 ribu ditambah kosim (ongkos kirim) 100 ribu, si biru tua menjadi Vespa urban di belantara Jakarta.
Sampai di Jakarta langsung di boyong ke Bengkel Mas Abet, mekanik Vespa bertangan dingin di bilangan Kebon Kopi. Berselang 2 minggu dari waktu masuk bengkel Vespa Sprint biru tua dengan plat nomor F 3363 DA ini sudah bisa dengan gagah menapaki jengkal demi jengkal aspal Bintaro dan sekitarnya. Sedikit melacur warna cat biru tua yang telah kusam karena menantang zaman di rubah menjadi abu-abu metalic. Vespa Sprint 70 Abu-abu Metalic, yah inilah Vespaku, yang sekarang telah 7 tahun bersamaku.
Ribuan kisahku dengan Vespaku menjadikan ribuan alasan kenapa aku masih bersamanya hingga detik ini. Susah, senang, bikin kesel, bikin bangga, ditilang, disalutin orang, dikatain orang, dan banyak lagi kisahku bersamanya. Mungkin kertas ini belum tentu cukup untuk menceritakan semua.
Bersambung………





10 Mei 2008 pukul 3:54 pm |
w gabunk dunk
16 September 2009 pukul 4:32 am |
ehmmmm hampar sama kayaknya cerita kehidupan kita, cuma vespa yang sekarang vespa standart 1965 alias ndog klo dulu sprint 1978 dari SD sampe SMA kelas 2 he3x. Thank’s ya jadi ikutan terinspirasi nulis tentang vespa lagi nih
17 Oktober 2009 pukul 6:34 pm |
palagi gw thn 66 kyany dah cpek bgt dah kllng…